
Jika Anda ingin menerbitkan buku sendiri tetapi bingung memulainya, panduan ini akan membantu Anda langkah demi langkah—mulai dari menulis, menyunting, mendesain, hingga memasarkan buku Anda.
1. Menyiapkan Naskah yang Berkualitas
a. Tentukan Ide dan Genre Buku
Sebelum menulis, tentukan:
Genre buku (fiksi, non-fiksi, motivasi, novel, puisi, dll.).
Target pembaca (remaja, dewasa, akademisi, dll.).
Tujuan penulisan (hiburan, edukasi, bisnis, dll.).
Contoh:
Jika ingin menulis novel, pilih genre seperti romance, thriller, atau fantasi.
Jika menulis non-fiksi, pastikan topiknya spesifik (misalnya, “Panduan Investasi untuk Pemula”).
b. Buat Kerangka (Outline) Buku
Outline membantu alur tulisan tetap terstruktur. Contoh struktur buku non-fiksi:
Pendahuluan
Bab 1: Masalah Utama
Bab 2: Solusi dan Strategi
Bab 3: Studi Kasus
Penutup
Untuk fiksi, buat alur cerita (plot) yang jelas, termasuk tokoh, konflik, dan klimaks.
c. Disiplin Menulis
Tetapkan target harian/mingguan (misalnya 500-1000 kata per hari).
Gunakan tools seperti Google Docs, Microsoft Word, atau Scrivener.
Hindari perfeksionisme di draf pertama—fokus selesaikan naskah dulu.
2. Proses Penyuntingan (Editing)
Setelah naskah selesai, lakukan penyuntingan untuk memastikan kualitasnya siap diterbitkan.
a. Self-Editing
Baca ulang untuk memperbaiki typo, tata bahasa, dan konsistensi alur.
Gunakan tools seperti Grammarly, Prowriting Aid, atau Bahasa.ai.
b. Gunakan Jasa Editor Profesional (Opsional)
Jika anggaran memungkinkan, gunakan jasa editor untuk:
Editor Substantif (memperbaiki alur & struktur).
Editor Copyediting (memperbaiki tata bahasa & gaya bahasa).
Proofreader (pemeriksaan akhir sebelum cetak).
Anda bisa mencari editor di Upwork, Fiverr, atau komunitas penulis.
3. Desain Sampul dan Layout Buku
a. Desain Sampul yang Menarik
Sampul adalah “wajah” buku yang menentukan daya tarik pembeli.
Gunakan jasa desainer (via 99designs, Canva, atau Behance).
Jika ingin membuat sendiri, gunakan Adobe Photoshop atau Canva.
Pastikan ukuran sesuai standar (misalnya 13×19 cm untuk buku cetak).
b. Format Layout Buku
Gunakan Microsoft Word, Adobe InDesign, atau Vellum (untuk e-book).
Atur margin, font (minimal 11-12 pt), dan spacing yang nyaman dibaca.
Untuk cetak, pastikan format PDF dengan bleed (3 mm) jika menggunakan jasa percetakan.
4. Memilih Platform Penerbitan
Anda bisa menerbitkan buku dalam bentuk cetak (print-on-demand), e-book, atau keduanya. Berikut platform terpopuler:
a. Penerbitan Buku Cetak (Print-On-Demand)
Amazon KDP (Kindle Direct Publishing)
Mencetak & menjual buku fisik + e-book.
Tanpa biaya awal, sistem print-on-demand.
Gramedia Penerbit (Grasindo)
Pilihan untuk pasar Indonesia.
Bookbaby atau Lulu
Alternatif internasional selain Amazon.
b. Penerbitan E-book
Amazon KDP (Kindle)
Google Play Books
Apple Books
PublishDrive atau Draft2Digital (distribusi ke multiple platform).
c. Penerbitan Mandiri via Percetakan Lokal
Jika ingin mencetak dalam jumlah banyak, cari percetakan yang menawarkan harga kompetitif.
5. Proses ISBN & Hak Cipta
a. Mengurus ISBN
ISBN (International Standard Book Number) diperlukan untuk penjualan resmi.
Di Indonesia, bisa diperoleh melalui Perpustakaan Nasional (Perpusnas).
Jika menerbitkan via Amazon KDP, mereka menyediakan ISBN gratis (tetapi hanya untuk distribusi Amazon).
b. Pendaftaran Hak Cipta
Didaftarkan di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).
Prosesnya online via https://dgip.go.id.
6. Strategi Pemasaran Buku
Setelah buku terbit, Anda perlu mempromosikannya agar laris.
a. Manfaatkan Media Sosial
Buat akun khusus penulis di Instagram, TikTok, atau Twitter.
Bagikan kutipan menarik dari buku lewat quote graphics atau video pendek.
b. Buat Website atau Blog
Gunakan Blogger, WordPress, atau Medium untuk menulis artikel terkait buku.
Contoh: “Behind the Scene Proses Menulis Buku [Judul Buku]”.
c. Gunakan Amazon & Goodreads
Optimasi deskripsi buku dengan keyword yang relevan.
Minta review dari pembaca pertama.
d. Kolaborasi dengan Influencer atau Komunitas Buku
Kirim buku gratis ke bookstagrammer atau booktokers untuk ulasan.
Ikut event literasi atau pameran buku.
7. Monetisasi dari Buku
Selain penjualan langsung, Anda bisa mendapatkan penghasilan dari:
Royalti penjualan (Amazon KDP memberi 35-70% royalti).
Menjual merchandise (sticker, notebook, atau audiobook).
Menawarkan jasa terkait (seperti coaching menulis atau workshop).
Kesimpulan
Menerbitkan buku sendiri membutuhkan proses yang panjang, tetapi sangat mungkin dilakukan dengan perencanaan yang baik. Mulai dari menulis, editing, desain, hingga pemasaran—semua bisa dipelajari secara bertahap.
Yang terpenting, jangan menunggu sempurna untuk memulai. Banyak penulis sukses seperti Raditya Dika atau Tere Liye memulai dari self-publishing sebelum akhirnya dikenal luas.
Sekarang, giliran Anda!
